Sek Selalu menarik untuk dibicarakan, apalagi apabila menyangkut
hubungan suami istri karena dari situ kata “seks”
dapat timbul berbagai masalah. Tidak ada salahnya apabila ada orang yang
berpendapat bahwa perkawinan bukan melulu soal seks namun alangkah bahagianya
jika seks menjadi sesuatu yang kian melekatkan kebahagiaan sebuah bahtera
perkawinan. Satu hal yang sangat disayangkan tentang seks itu sendiri adalah
factor ketidak tauan, akibat salah persepsi, mitos yang keliru atau terlanjur
beranggapan bahwa seks milik pria dan wanita tabu berbicara mengenai seks
akibatnya banyak menimbulkan problema misalnya saja wanita yang takut meminta kepuasan atau
orgasme meski sudah 5-10 tahun berumahtanggatak pernah sekalipun merasakanya.
Mitos memang telah membuat orang keliru menafsirkan tentang sek. Nah
apa itu Mitos????? “Mitos”
adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah
beredar dari generasi kegenerasi, begitu
banyaknya mitos yang beredar ditengah masyarakat sehingga masyarakat tidak
menyadari bahwa informasi yang di terimanya itu tidak benar bahkan karena
begitu kuatnya keyakinan masyarakat
tentang mitos sehingga dapat mempengaruhi perilaku masyarakat. Mitos
tentang “seks” merupakan contoh
mitos yang sangat luas beredar dimasyarakat bahkan karena begitu kuat
pengaruhnya sehingga mempengaruhi pandangan perilaku seksual masyarakat dan tidak
jarang perilaku mitos seks menimbulkan akibat buruk bagi yang bersangkutan atau
pasanganya misalnya:
Read More
1. Mitos : “Keperawanan seorang perempuan”
harus ditandai dengan keluarnya darah ketika melakukan hubungan seksual pertama kali. “FAKTANYA”: tidak ada “darah
perawan”, istilah ini muncul ketika jaman dulu sangat banyak atau atau mungkin semua perempuan mengeluarkan
darah ketika pertama kali melakukan hubungan seksual . Mengapa? karenapada masa
itu dapat dipastikan perempuan hanya dianggap obyek seksual oleh pria. Maka
ketika melakukan hubungan seksual pihak perempuan berada dalam keadaan dipaksa.
Akibatnya terjadinya robekan pada kelamin yang menimbulkan pendarahan. Padahal
kalau perempuan berada dalam keadan terangsung dan siap, maka dia dapat
melakukan hubungan seksual dengan baik tanpa hambatan, sehingga pendarahan
tidak terjadi. Mitos: “Darah Perawan”.Telah menimbulkan akibat buruk bagi
sebuah perkawinan bila sang suami menuntut
harus terjadi perdarahan vegina ketika melakukan hubungan seksual
pertama kali.Tidak sedikit suami yang mencurigakan dan menuduh istrinya, Bahkan
menceraikannya hanya karena tidak melihat adanya “Darah Perawan” ketika
melakukan hubungan seksual pertama kali.
2. Mitos:Perempuan sama dengan pria,hanya dapat
mencapai sekali orgasme pada setiap kali hubungan seksual. “Fakta”: Sebagian
perempuan mampu mengalami orgasme beberapa kali, yang disebut multiple orgasme
dan hal bukan kelainan seksual.
3. Mitos: Dorongan seksual perempuan jauh lebih Rendah dari pada pria. Dengan
kata lain perempuan tidak memerlukan hubungan seksual untuk memenuhi dorongan
seksual, sedang pria sangat memerlukan Fakta:
Pada dasarnya dorongan seksual perempuan sama dengan pria. Kalau tampak
perbedaan , itu hanya dalam
mengekspresaikannya sebagai akibatnya nilai social dan moral yang lebih
menghambat perempuan. Namun pada kenyatan nya memang banyak perempuan yang kemudian kehilangan dorongan seksual,
akibat kegagalan dalam mencapai orgasme. Keadaan ini di pengaruhi oleh hormone
seks khususnya a menjadi licin.
4. Mitos; Vagina Kering lebih
memberikan kepuasan seksual dari pada yg kering
Fakta: salah satu rearksi seksual yang terjadi akibat
rangsangan seksual pada perempuan ialah terjadinya perlendiran pada dinding vagina sehingga vagina menjadi
licin. Dengan demikian perempuan telah siap sehingga hubungan seksual dapat
berlangsung dengan normal, tanpa gangguan.
Kalau vagina masih kering karena tidak
ada perlendiran yang terjadi, berarti perempuan itu tidak cukup mengalami reaksi seksual sehingga belum siap melakukan hubungan seksual Kalau dalam
keadaan demikian hubungan seksual dilakukan juga, maka akan terjadi gangguan
seperti terasa sakit baik pada perempuan maupun pria. Lebih lanjut dapat
terjadi peradangan vagina.
5.
Mitos:
Kehidupan seksual perempuan telah berakhir pada saat perempuan memasuki masa
menopause. Fakta: Anggapan ini sering
mengakibatkan suami menjauhi istrinya yang telah mengalami menopause. Di pihak
lain, para perempuan merasa tidak layak dan tidak mampu melakukan hubungan
seksual setelah mengalami menopause akibat buruk tidak jarang muncul karena anggapan beberapa
penelitian telah menunjukan bahwa dorongan seksual perempuan tetap berlangsung
sampai waktu lama setelah menopause
terjadi , bahkan sebagian perempuan hubungan
seksual tetap dapat dilakukan seperti biasa pada masa menopause. Tetapi
memang sebagai perempuan mengalami rasa sakit ketika melakukan hubungan sek
sual dapat disingkirkan.
6. Mitos:
perempuan dari etnik tertentu mempunyai kelebihan pada vaginanya sehingga lebih
memberikan kepuasan seksual. Fakta:
Mitos tersebut sungguh tidak berdasar, karena secara fisik tidak ada
perbedaan pada vagina berdasarkan etnik kalaupun ada perbedaan hanyalah dalam
pendangan dan perilaku seksual yang disebabkan karena perbedaan nilai soasial
dan budaya
7. Mitos:
hubungan seksual saat menstruasi sangat berbahaya menimbulkan penyakit pada
wanita dan pria. Fakta: Menstruasi adalah sesuatu peristiwa fisikologik yang di alami oleh perempun
normal. Pendarahan yang terjadi waktu
menstruati berasal dari dinding dalam rahim akibat pecahnya
pembuluhan-pembuluhan darah kecil hormon.
Jadi pendarahan yang terjadi bukan berasal dari vagina dan darah yang di
kelurkan adalah darah normal bukan darah yang dapat menimbulkan penyakit. Dari sudut kesehatan seksual sebearnya tidak ada alas an
yang rasional untuk melarang orang melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi asal kedua belah pihak berada dalam keadaan
sehat.
8.
Mitos:
Daging kambing dapat meningkatkan fungsi
seksual demikian juga dengan cula badak dan penis buaya, mentimun dan
nenas dapat menimbulkan “becak”(perlendiran yang berlebih) pada vagina. Fakta:tidak
ada yang istimewa di dalam kandungan daging kambing malahan sebaliknya kalau daging itu buruk pada fungsi seksual sedangkan
perlendiran pada vagina sama sekali tidak ada hubungan dengan cairan dari
buah-buahan atau sayuran
9. Mitos:
Besar penis mempengaruhi kenikmatan hubungan seksual. Fakta: kepuasan seksual
perempuan sebenarnya tidak ditentukan oleh besar kecilnya penis melainkan oleh
fungsi ereksi dan kemampuan mengontrol
ejakulasi selain itu besar kecilnya penis tidak berhubungan dengan potensi
seksual seseorang
10.
Mitos:
Sperma dapat membuat awet muda Fakta:
tidak ada manfaat apapun dari sudut fisik dengan menelan sperma jadi tidak
benar dengan menelan sperma perempuan menjadi awet muda tetapi secara psikis
mungkin perempuan yang menelan memuaskan pasangannya Ada pula mitos yang
menyatakan bahwa sperma dapat menghaluskan kulit. Pernyataan ini sama sekali
tidak punya dasar ilimah benar bahwa sperma mengandung berbagai bahan yang
bermanfaat.
No comments:
Post a Comment